Minggu, 12 Januari 2014

FF - Miss Pink

tittle : Miss Pink

cast : you, Sungmin, other ..

Genre : Romance

Rating : T

Lenght : Oneshoot

author : Kim Hye Vin [김 혜 빈]

             FB : Keito Cca MeimiiMomii

             Tw : @Kim_Hyevin

Desclaimer : thanks for my inspiration ^^, thanks for chingudeul who read this, thanks to like and comment .. I love you yeongwohniii ~ mian kalau ada typo

-----------------------------------------------------OoO--------------------------------------------------------

Kau sibuk merapikan rambut poni ekor kudamu didepan cermin. Setelah dirasa rapi, kau lalu menyelipkan jepitan strawberry warna pink disebelah kanan.

"mm, manis bukan?" gumammu. Setelah tersenyum puas, kau berbalik menghadap ranjang.

Tas,sweater,kotak nasi,air minum,payung,kipas.yups !Lengkap sudah.

Dengan agak berat karena setumpuk barang bawaan yg melekat, kau segera turun dan berangkat sekolah.

Tuk... Tuk... Tuk...Langkah sepatumu terdengar berirama.

Dan saat kau lewat didepan ruang siaran sekolah,

BRUKKK,Praakkkkk,Cuuuupppp !!!

Astaga !Omo !Aigo !

Dia?Bukan ...Bukan dia ... Tapi mereka.Ya ...Mereka tiba-tiba saja berciuman ????

***

"Aaaaaahhhh" kau menjerit histeris. Lantas langsung bangun dan mengusap-usap bibirmu.

"Kau!" pandangmu sinis pada namja yg ada dihadapanmu. "Kau.... Mengambil first kiss-ku!!!!"

"well, it's your first kiss, um?" kata namja dihadapanmu dengan ringan.

Kau melotot.

"Sepertinya aku melihat kue berjalan," katanya.

Kau menyipit. "Apa? Kue berjalan?" katamu berkacak pinggang.

Dia mengangguk dan tersenyum. Kemudian berjalan mendekatimu, "Kau manis!" katanya tepat ditelingamu.

Seperti ada badai salju, tiba-tiba kau membeku dan namja itu kini berjalan menjauh.

6 detik kemudian, kau berbalik dengan nafas turun naik sambil menatap punggung namja yang semakin menjauh itu.

***

Saat sedang sibuk dengan amarahmu, tiba-tiba ada tangan yang memegang bahun kirimu. Kau menoleh. Dan 3 detik kemudian langsung terbelalak kaget.

"aaaaaahhh" kau berteriak lagi.

"wae?" tanya Ran Mi -sahabatmu-

"Apa yg kau lakukan disini?"

"cih! Ini memang jalan satu-satunya untuk ke kelas, bukan?"

"Kau tidak melihatnya kan?" tanyamu takut-takut.

"Melihat? Melihat apa?"

Kau langsung menggeleng dan berdoa dalam hati semoga Ran Mi atau siapapun tidak melihat kejadian memalukan tadi.

"Aniya" jawabmu.

"yak! Ada apa? Apa kau melakukan sesuatu yg salah?" kejar Ran Mi.

"Aniyo..." jawabmu gugup seraya mempercepat langkah ke dalam kelas.

Ya Tuhan!Semoga tak ada yg melihat kejadian tadi.Tapibagaimana kalau ada yg melihat?Bagaimana kalau guru?Bagaimana kalau?

Kau segera menggeleng untuk menghentikan pikiran burukmu.

Aniya! Ini masih pagi bukan?

Pikirmu lagi dengan melihat jarum jam dipergelangan tangan kanan.

08.10 KST.

Oke ... Ini memang masih cukup pagi. Tapi bagaimana kalau tidak cukup ???

***

Kau memeriksa menu makan siangmu di balkon atap, tempatmu biasa menghabiskan bekal makan siangmu seorang diri.

Bukan apa-apa, hanya saja kau lebih suka sendiri saat makan sehingga makanmu akan cepat selesai dan kau bisa cepat mengerjakan hal lain seperti membetulkan make up? Atau mencontek PR Ran Mi?*kebiasaan buruk -____-

Tapi siang itu,

'hm, kenapa ada orang?'gumammu pelan saat melihat seseorang berdiri didekat pagar besi sambil memandang ke langit.

Kau mengikuti pandangannya ke arah langit.

Langit bersih.Tak ada apapun disana.

"hhm," kau berdehem."chogii .... Nuguya?" tanyamu.

Hitung mundur,set,dul,hana !Yak !!Namja itu berbalik.

Kau melongo selama 3 detik penuh.

Dan selanjutnya dia tersenyum.

"Kita bertemu lagi Miss candy" katanya dengan senyum maut.

***

Kau terbelalak kaget.

Dia,namja itu ...Namja yang tadi pagi ...

Andwae Andwae Andwae !! Kau berteriak dalam hati sambil masih menatap namja dihadapanmu yang sekarang tengah tersenyum manis sekali.

Manis? Tapi dimatamu senyum itu terlihat sedikit mengerikan.

Tadi pagi dia bilang kau kue berjalan.Dan sekarang dia bilang kau permen.Apa maksudnya?Lagi pula, tadi pagi ...

Kau menggeleng dan berusaha memerintahkan kakimu untuk melangkah mundur.

Satu langkah,dua langkah,tiga langkah,kaupun langsung berbalik arah dan menuruni anak tangga satu-persatu untuk meninggalkan balkon atap.

"Chakamman! Agassi, chakammanyo!" suara namja itu terdengar memanggil dibelakangmu.Tapi kau tidak perduli.Teriakannya tidak penting. Yang penting adalah kau segera menjauh dari namja itu.

***

Tanpa sadar kau kini berlari menuju kelasmu dilantai 2.

"hossh... hossh... hoossshh" kau duduk dibangku disebelah Ran Mi sambil ngos-ngosan.Ran Mi yang sedang memoleskan lip balm dibibir pucatnya menoleh sekilas."Kau dikejar setan, eoh?"

Kau mengangguk dan membuat Ran Mi berhasil menghentikan kegiatan tidak bergunanya."Setan? Kau serius? Dimana?" tanyanya dengan jeda 2 detik yang teratur.

Sebelum menjawab, kau membuka botol air minum warna pink kesayanganmu. Meneguk isinya dan menutupnya kembali."Nde," kau mengangguk lagi. "Dibalkon atap" jawabmu.

"aiiihh, itu pasti mengerikan sekali."

"..."

"Kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat seperti palem. Sebaiknya kau ke ruang kesehatan saja" saran Ran Mi. "ah, kajja!" dia menarik tanganmu. "Akan kuantar" katanya dengan sorot mata panic.

Setelah menatapnya selama sekian detik sambil mencoba menenangkan diri, kaupun tersenyum."Goenchana, Ran Mi ah" ujarmu seraya menarik tangannya untuk duduk kembali.

"are you sure?" tanya Ran Mi jelas tidak yakin.

"Yes. I'm sure. Tapi aku memang mungkin harus ke ruang kesehatan"

"Kutemani ya?"

"Tidak usah Ran Mi ah, aku baik-baik saja. Aku mungkin hanya akan istirahat beberapa menit."

"oh, baiklah"

Akhirnya kau melangkahkan kakimu ke ruang kesehatan.

***

Saat kaki kananmu pertama kali menginjakkan ruang kesehatan, kau menariknya kembali.

Wae?

Karena disana, berdiri namja yang sama dengan yang tadi pagi dan yang ada di balkon atap.

Lagi?

Oh, God!Kenapa kau merasa sekolahmu sempit sekali, um?

"Miss pink, kita bertemu lagi" ujarnya dengan senyum.

'Miss Pink?'kau mengulangi kata-kata barusan didalam kepalamu.

'Miss Pink?' ulangmu lagi.'hm, aku rasa aku menyukai panggilan lucu itu' gumammu.

"Kau suka apa?" kata namja itu mendekat.

"suka?" kau balik bertanya saat mendongak menatapnya.

"Kudengar tadi kau bergumam 'SUKA'. Apa yang kau suka? Apa kau menyukaiku?" katanya PD sekali.

Oh, apa dia gegar otak??

Dia bilang suka?Aku suka padanya?Oh, Tuhan!Bagaimana mungkin aku menyukai orang yang sudah mencuri first kiss-ku dengan cara yang kejam!

Membencinya? ya ... Kurasa itu lebih tepat.

***

Sudah beberapa hari ini kau tidak lagi makan di balkon atap. Alasannya? Jelas! Untuk menghindar dari namja kejam itu.

Namja kejam? Oh, apa benar seperti itu?

Hm,tapi kalau dipikir-pikir lagi, itu kan kecelakaan. Karena saat itu dia tidak dengan sengaja menciummu, tapi kalian berciuman karena bertabrakan.

Aahh!Belakangan ini mengingatnya membuat dadamu berdetak sedikit lebih cepat dari detakan normalnya.

Astaga, kenapa?Tanpa sadar kau memegang bibirmu.

"Ah! Andwae Andwae Andwae! Aku harus cari udara segar!" teriakmu didalam kelas.

Ran Mi menoleh. "Mengapa kau tidak memakan bekalmu di taman? Kurasa udara disana cukup segar" saran Ran Mi.

Kau merenung sebentar.

Taman? Hm, kurasa itu bukan pilihan buruk.

"Oke, aku akan makan bekalku di taman. Kau mau ikut?" tawarnya untuk pertama kalinya.

"Kau mengajakku?" Ran Mi balik bertanya.

Kau hanya membalasnya dengan mendelik.

"ah, sebaiknya aku memang harus menemanimu" jawabnya lalu berjalan disebelahmu.


***


"udaranya bagus juga," ujar Ran Mi saat kalian sudah duduk di bangku taman.

Kau tersenyum dan mengangguk pertanda setuju pada ucapan Ran Mi.

"Kau benar," timpalmu sambil menoleh ke kanan tempat Ran Mi duduk disebelahmu.

Saat itu, kau mempertajam matamu sambil agak membungkukkan badan melihat ke sebelah kanan. Tempat dimana seseorang duduk dengan jarak satu bangku ditempat kalian.

Namja itu?Dia lagi?Oh astaga!Tolong!

Namja itu duduk dengan wajah menengadah ke langit namun mata terpejamkan  dan ada headset di kedua telinganya.

Hidungnya,matanya,bibirnya,semua membentuk garis yang sempurna.

Omo!Apa yg kau pikirkan, eoh?

Saat kau mulai sadar, namja itu membuka matanya dan menoleh ke kiri, ke arahmu.

Mata kalian bertemu.Dia tersenyum.Dan jantungmu seperti akan melompat keluar !!!

***

Aah, Tuhan!Atau siapapun!Bisa sembunyikan aku?Doamu dalam hati.

Tapi bukannya mengabulkan doamu, Tuhan malah berkata lain.

Namja itu bangkit dari kursi taman sambil melepas sebelah headset dan berjalan pelan ke arahmu.

"Ran Mi ... Sembunyikan aku," pekikmu tertahan.

"Menyembunyikanmu? Kenapa?" Ran Mi malah balik bertanya. Dan sebelum kau menjelaskan pada Ran Mi, namja itu kini sudah berada di hadapanmu dan memaksamu untuk mendongakkan kepalamu menatapnya.

"Annyyeong Miss Pink ..." sapanya ramah.

Ramah?Atau sok ramah?

Kau melengos.

"Ran Mi ah, kajja kita kembali ke kelas" kau menarik paksa tangan Ran Mi.

"Kembali ke kelas? Jigeum?"

Kau mengangguk.

"Astaga... Bahkan kita belum membuka bekal makanan kita," kata Ran Mi.

"Tidak perlu. Lagi pula nafsu makanku sudah hilang" jawabmu seraya menatap penuh dendam ke arah namja di hadapanmu ini.

Dia hanya angkat bahu seolah tidak berdosa.

"Kajja Ran Mi ah ..."kau menarik lagi tangan Ran Mi sehingga membuatnya terpaksa mengangkat pantatnya dari kursi taman.

Baru beberapa langkah, kau berhenti. Kemudian "Oh, apa sekolah ini begitu sempit, um? Bahkan aku bertemu denganmu dimanapun. Dimanapun!" katamu.

"Itu namanya takdir" ujar namja itu yang berhasil membuatmu berbalik dan menatapnya penuh benci.

Dia tersenyum menampakkan deretan gigi kelincinya yang rapi.

"apa??? Takdir???"

Sekali lagi dia mengangguk tanpa dosa dan berhasil membuat hatimu mendidih!

***

Sementara hatimu semakin mendidih,*air kali thor**eh, suka-suka author kali*

Namja itu melangkah santai tanpa dosa ke arahmu. Jarak satu langkah dari hadapanmu, dia berhenti. Matanya memperhatikanmu dari bawah sampai atas, lalu ke bawah lagi dan berhenti tepat dimatamu."Ternyata kau memang manis, Miss Pink" ujarnya.

Matamu kini bergerak menyipit.

"Miss Pink?" tanya Ran Mi lemot.

Namja itu mengangguk. "Benar bukan? Sepatunya, kaus kaki, gelang, jam tangan, jepitan, bibirnya, bahkan pipinya yang sedang marah itu juga berwarna pink sekarang" jelasnya.

"yak! Kau!!!"bentakmu.

"Mianhae, tapi kau siapa?" tanya Ran Mi lagi-lagi tidak bermutu.

"Lee Sungmin." jawabnya.

"Lee Sungmin?" ulang Ran Mi seperti bertanya. Entah bertanya pada siapa.

Lee Sungmin?Ulangmu di dalam kepalamu sambil memperhatikan namja yang ternyata tampan itu.

Upss!'yak! Apa-apaan kau? Kau sudah gila? Sadarlah!' makimu sambil menepuk-nepuk pipimu.

Tanpa diduga, Sungmin kini meraih wajahmu dengan tangan besarnya. "Kau ... Ternyata memang benar-benar manis, um?"

"lepaskan Sungmin ssi!" katamu galak sembari menepis tangannya.

Sungmin tersenyum lagi lalu mendekat dan berbisik "Bahkan kita pernah berciuman"

Kata-kata itu ....

Sungmin tersenyum lebar.

Astaga ...Kenapa ada namja yang begitu menyebalkan didunia ini ????

***

"Annyyeong Miss Pink," sapanya saat kau berjalan memasuki gerbang.

Kau menoleh dan dia berjalan disebelahmu. Kau mendengus kesal.

"Berhenti!" katamu.

"umm?"

"Kubilang berhenti mengikutiku!"

"yak! Aku tidak mengikutimu. Ini kan memang satu-satunya jalan untuk sampai ke kelas kita" jawabnya santai.

"kelas kita?"katamu tidak yakin pada pendengarmu.

"Maksudku kelasku di lantai 3 dan kelasmu dilantai 2" jelasnya dengan senyum manisnya.

Deg !Deg !Apa-apaan ini?Perasaan ini?

Wajahmu terasa memanas.

"Miss Pink, pipimu pink sekali pagi ini." goda Sungmin lagi.

"yak kau!"

"annyyeong!" Dia melambai sambil melesat ke tangga. "Aku menunggumu untuk makan siang bersama di balkon atap" katanya lalu berbalik pergi.

"Shiro!"

"Kau harus mau," katanya tiba-tiba kembali berbalik lagi.

Aiiissshh, "aku tidak mau datang!"

"Kau pasti datang Miss Pink" ujarnya lagi.

"Jangan terlalu yakin"

"Kau pasti datang karena tidak mau aku menyebarkan kejadian beberapa hari yang lalu kan?"

"Kejadian????" teriakmu.

Dan beberapa siswa kini mulai memperhatikan kalian sambil berbisik tidak jelas.

'cih! Brengsek kau Lee Sungmin!' makimu dalam hati kemudian segera masuk ke dalam kelas dengan kesal.

***

Bel tanda istirahat sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu dan kau masih duduk dibangkumu tanpa bergerak sedikitpun. Hanya terkadang matamu yang mengerjap pelan.

"ternyata kau disini kue berjalan,"

eoh? Suara itu? Gumammu seraya menolehkan kepala, dan "kau????"

Sungmin tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi kelincinya itu.

Hm, kalau diperhatikan, namja ini benar-benar tampan bukan?

Oh,Kau segera menggeleng. "ani ani ani"

"ada apa?" tanyanya yang sekarang sudah duduk manis disebelahmu.

"Mengapa kau masuk ke kelas orang sembarangan, eh?"katamu galak sambil langsung mengalihkan pandangan.

"aku tidak masuk sembarangan. Ini kan sudah jam istirahat, lagipula..."

Dia berhenti bicara dan membuatmu berhasil menoleh karena penasaran.

"Aku menunggumu di balkon atap, tapi kau tidak datang"katanya.

"Jangan berharap"

"Memangnya kenapa?"

"Tidak kenapa-kenapa. Memangnya kenapa?" kau malah balik bertanya.

Sungmin berdiri dan menarik tanganmu.Kemudian dia mulai berjalan keluar kelas sambil menggandeng tanganmu.

"yak, kau! Iiihh! Apa-apaan kau? Lepaskan aku!" bentakmu.

Tapi dengan cueknya dia terus menggandeng tanganmu sambil berjalan ke ...

'balkon atap?' gumammu.

"ta-da! Sudah sampai! Kajja, buka bekalmu, kita makan siang bersama" katanya dengan full senyum membuat jantungmu sedikit goyah.

'aiiisshh, namja ini! Sejak kapan dia? Mengapa dia berbuat seenaknya?'

"ya ... Sungmin ssi! Mengapa kau berbuat seenaknya?"

Dia yang kini berdiri 3 langkah didepan dengan membelakangimu menoleh, "hm?". Alisnya terangkat.

"Mengapa kau berbuat seenaknya?" ulangmu. "Memangnya siapa yang mau makan siang denganmu? Kau pikir aku mau?"

Sungmin tersenyum, lalu berjalan pelan mendekatimu.

1 detik,2 detik,3 detik kalian saling menatap.

Lalu, "Hanya duduk dan makan tidak masalah kan? Atau kau mau aku menyebar,"

belum selesai dia berbicara, kau sudah menudingnya. "Kau mengancamku Lee Sungmin?"

Sungmin tersenyum lagi. Entah untuk yang keberapa kalinya.

"Mungkin" jawabnya tanpa dosa.


10 menit kemudian ...


"aaahh, aku kenyang!" katanya sambil mengusap pelan perutnya. "Kau sudah kenyang?" tanyanya.

Kau menatapnya tidak suka. "Kau tahu? Rasanya aku ingin mencekik diriku sendiri saking membenci dirimu! Apalagi bila mengingat kejadian waktu itu, rasanya aku ingin mencekikmu!"

"Bukankah tadi kau bilang ingin mencekik dirimu sendiri? Lalu mengapa pada akhirnya mau mencekikku juga?" tanyanya bingung!

"yak! Kau pikir aku benar-benar mau mati karena namja bodoh sepertimu, uhh?"

"Lalu?" tanya Sungmin lagi yang membuatmu semakin dongkol.

"Aaaaaaahhh!" teriakmu kesal. "Kau membuat perasaanku tidak enak Lee Sungmin!!!"

"aku?" dia menunjuk dirinya sendiri.

"jelas kau! Siapa lagi?" sentakmu.

"Memangnya apa yang sudah kulakukan?" tanya Sungmin tidak tahu diri.

Apa yang sudah kau lakukan?Ulangmu dalam hati dan kejadian pagi itu mengalir jelas di otakmu.

Saat itu,bibir kalian,

"aaahh! Aku tidak suka! Aku tidak mau!" katamu frustasi dan bangkit lalu melangkah cepat ke arah pintu balkon.

Saat kau hampir mencapai pintu,

"Tapi aku menyukainya" suara Sungmin terdengar parau. "Aku menyukai ciuman kita"

***

"Aku menyukai ciuman kita"

Kata-kata Sungmin barusan berhasil membuatmu menghentikan langkah. Berhasil membuat jantungmu berpacu cepat. Berhasil membuatmu goyah. Berhasil membuat perutmu mulas seketika, dan setidaknya juga berhasil membuat pipimu pink sempurna!

Ap... Apa? Apa katanya barusan?

"Kau dengar kan?" katanya lagi. "Aku menyukai ciuman kita"

Kau bisa merasakan tatapan Sungmin dari balik punggungmu. Sehingga setelah menarik nafas untuk mengontrol emosi, kau berbalik. Dan saat itu Sungmin berdiri membelakangi dengan satu tangan di saku celana dan tangan satunya mencengkeram pagar besi dipinggir balkon.

Sekarang ini,menatap punggungnya saja membuatmu nyaman.Astaga!Pikiran macam apa itu?

Selama hampir 6 menit dalam diam,selama itu hanya terdengar desau angin yang sesekali berdenging lembut ditelingamu.

Dan saat kau akan membuka mulutmu, bel tanda masuk sudah berbunyi lebih dulu sehingga membuatmu memilih pergi.

***

Semuanya berawal dari ciuman itu. Bukan ciuman yang kau inginkan, tapi itu murni kecelakaan, bukan kesengajaan.

Mengingat ciuman itu membuatmu ingin mencekik dirimu sendiri. Mengingat ciuman itu membuatmu marah, marah dan akhirnya mengingat ciuman itu kini membuatmu berdebar dan menghasilkan pipi pink merona.

"Miss Pink!"suara itu ...

Sebelum menoleh dadamu terasa berdegup kencang.

"yak! Kau disini rupanya" Sungmin tersenyum. "Aku mencarimu"

"Ada apa?" tanyamu kali ini dengan suara rendah tidak seperti biasanya.

Sungmin tersenyum aneh.

"Wae?"

"Aniya" Sungmin menggeleng. "Hanya saja ..." kalimat Sungmin menggantung.

Kau menatap Sungmin. Bukan untuk menunggu kalimatnya yang belum selesai. Hanya merasa menatap Sungmin itu memang sudah seharusnya dilakukan.

Upss!Kau meracau lagi bukan? Rasanya kau butuh satu botol cairan pembasmi serangga. Bukan untuk bunuh diri, tapi untuk membasmi serangga dan virus yang sekarang ini mengacaukan otakmu.

"Bogoshipoyo!" katanya tiba-tiba mengagetkan sambil memelukmu.

Bukannya menolak. Kau malah tersenyum.

Tapi 3 detik kemudian, saat otakmu sudah bisa berpikir normal kembali,"yak! Apa yang kau lakukan Lee Sungmin?" bentakmu sambil mendorong tubuhnya menjauh.

Sungmin tersenyum. "Aku merindukanmu"

"..."

"Jadi," Sungmin mendekat lagi. "Biarkan begini sebentar saja." Sungmin mulai memelukmu. "Boleh kan?"

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 detik berlalu.

"Gomawo" katanya menlonggarkan pelukan dan kini menatapmu.

"Maaf soal kejadian waktu itu. Aku tidak sengaja. Benar-benar tidak sengaja. Maaf"

Kau tersenyum mengerti. "aku tahu"

"Kau tidak marah lagi?"

"Awalnya aku marah. Bahkan sangat marah. Kau tahu? Itu bahkan ciuman pertamaku. Padahal aku selalu membayangkan ciuman pertamaku dengan orang yg kusuka, ditempat yang romantis. Tapi?" kejadian itu melintas lagi."ya sudahlah." katamu pasrah. "toh aku tidak punya mesin waktu untuk mengubahnya"

"Jadi kau memaafkanku? Kau serius?"

"Siapa bilang aku memaafkanmu?" jeda 3 detik "Aku hanya mulai bisa menerima kecelakaan itu" jelasmu.

"Tapi,"

"tapi apa?"

"..."

"Kau tidak bisa memaksa orang lain untuk memaafkanmu. Mungkin ya aku akan memaafkanmu. Tapi tidak sekarang, mungkin nanti, besok, atau entahlah."

"Tapi bukan itu maksudku"

"Lalu apa maksudmu?"

"Hm, begini ya Miss Pink"

Kau mengangguk menatapnya.

"Kau mau mendengarku?"

Kau mengangguk.

"Kau percaya padaku?"

"tidak juga"

"Bagaimana kalau kukatakan aku menyukaimu. Bukan karena ciuman itu. Entahlah. Aku tidak mengerti. Tapi akhir-akhir ini aku banyak memikirkanmu. Bagaimana menurutmu? Apa itu berarti aku mulai menyukaimu?"

Kau melongo dengan sukses!!

***

Akhir-akhir ini banyak memikirkanmu katanya?Oh,bahkan itu juga penyakitmu akhir-akhir ini. BANYAK MEMIKIRKAN LEE SUNGMIN. Oke,Apa itu pantas dikategorikan sebagai penyakit?Penyakit apa? Penyakit Cinta? Love disease, begitu?

"Apa kau percaya padaku?" tanyanya lagi.

Kau menatap mata hitamnya, mencari apa ada sedikit saja tanda-tanda kebohongan disana. Tapi semakin melihatnya, maka perasaan hangat semakin terasa.

Apa artinya kau percaya? Haruskah kau percaya?

"aku ... Aku tidak tahu" jujurmu.

"Bagaimana mungkin kau tidak tahu?" Sungmin bertanya lagi.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa. Apa kau bisa memberitahuku?"

Sungmin balik menatapmu dalam. Membuat dadamu semakin berdegub."Bagaimana perasaanmu saat bertemu denganku? Apa kau senang? Apa kau mengharapkannya?"

"Mengapa kau menanyakannya?"

"Apa kau merindukanku jika tidak melihatku? Apa jantungmu berdetak cepat jika didekatku?"

"yak! Mengapa kau bertanya seperti itu?"

"Jawab saja. Iya atau tidak? Karena semua pertanyaan itu akan kujawab iya. Iya aku senang bertemu denganmu. Iya aku merindukanmu jika tidak melihatmu. Iya jantungku berdetak lebih cepat jika jika didekatmu. Seperti sekarang ini" cerocosnya membuatmu melongo.

"Kau mau merasakannya?" dia meraih tanganmu dan meletakkan didadanya yang ternyata bidang itu.

Walaupun ragu kau menempelkan juga tanganmu didadanya.

Dan, DEG !!!

Jantungmu terasa hampir melompat keluar ketika merasakan detakan jantungnya yang begitu cepat.

'ini? Ini serius?'gumammu tidak yakin.

Kau mendongak. Menatapnya.

"Kau merasakannya kan?"

Kau mengangguk pelan.

"Aku rasa aku benar-benar sudah gila sekarang. Ah, maaf" katanya menjauhkan tanganmu.

Kau menunduk dan entah dorongan dari mana kau merasa harus untuk memeluknya.

"Kau..."

Kau memejamkan mata, "Biarkan begini sebentar saja. Boleh kan?" katamu sambil memeluknya.

"Kau?"

"Aku juga tidak tahu. Aku sering memikirkanmu. Apa artinya aku mulai menyukaimu?"

Sungmin terbelalak. "Kau ..." ucapnya tak yakin.

5 detik...

"aaahhh, gomawo. Jeongmal gomawo. Nan jeongmal saranghaeyo" kata Sungmin tepat ditelingamu."aku janji. Lain kali akan menciummu ditempat yang romantis" lanjutnya.

Kau melepas pelukanmu dan menatapnya tajam. "kau!!!"

Sungmin tertawa. "Aku janji lain kali. Tapi untuk kali ini, maaf kalau hanya begini," katanya kemudian mengecup pelan bibirmu

^^

THE END.

***

kritik dan saran thnks ^^



Kim_HyeVin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar