Minggu, 12 Januari 2014

Mini FF



Mini FF - Saengil Chukkae ??!


Author : Kim Hye Vin
[ ]
Main cast : Han Soon Hye as You & Lee Sungmin as Sungmin
Genre : Romance
Rating : T
Length : One shoot


Han Soon Hye pov.

                Aku terbangun dengan terburu-buru tanpa memperdulikan pekik alarm yang membuat telinga menjadi tuli. Tanpa perduli pada hari apa ini, tanggal berapa ini, dan menu apa untuk sarapan pagi di meja makan.

                "Soon Hye ah, Sarapan dulu," teriak Eomma yang melihatku berlari ke arah pintu setelah mencium pipinya. Aku memegang kenop pintu dan berbalik,

"Lain kali saja Eomma !! Sekarang aku terlambat !!" kataku dengan tatapan mata 'mohon mengertilah' pada Eomma. Tanpa perlu melihat perubahan wajah Eomma, akupun langsung melesat keluar.

Ya ya ya, aku terlambat lagi !! lagi dan lagi ..

♥♥♥
Han Soon Hye pov.

Berlari di koridor sampai menabrak orang-orang yang berjalan berpapasan denganku.

"Jeosonghamnida"

Entah berapa kali kata ini sudah keluar dari mulutku, sudah seperti jimat saja!

Akhirnya,
aku sampai di depan ruangan kuliahku dan,

SHIIIIIIINNGGG ......

SEPI !!!

APA ???
kemana perginya orang-orang ??

Tiba-tiba terasa ada tangan seseorang menempel di pundak kiriku. Aku menoleh dan mendapati sosok jangkung dengan kacamata tebal menenteng buku yg tebal pula.

"Han Soon Hye ssi,"

"Park Jung Ki ssi, kenapa ruangan sepi? Apa kuliah sudah berakhir?"

"Ne, Songsaengnim hanya masuk dan memberi tugas middle test 10 menit yang lalu," katanya memberi penjelasan padaku.

"Baru sepuluh menit yang lalu kan? Tapi kenapa sudah sesepi ini? Malah tadi kupikir aku salah masuk ruangan."

Park Jung Ki hanya angkat bahu dan berlalu. Leader satu ini memang menyebalkan.

Aiisshh ...
Hidup macam apa ini Han Soon Hye?
Aku menggerutu dalam hati sambil terus melangkah menuju perpustakaan.

♥♥♥

“100 Alasan Mengapa Harus Tersenyum”

Begitu judul buku yg sekilas kubaca. Hm, cukup menarik kurasa. Tapi tidak untuk dibaca saat ini.

"Strategi on Time"

Waaahh,
judulnya benar-benar bisa merubah hidupku, spertinya. Ya, mungkin buku itu layak untuk dibaca sekarang. Tapi, kenapa tempatnya tinggi sekali? Atau memang aku yg terlalu pendek?

Saat masih kebingungan, tiba-tiba ada seseorang yg mengambil buku itu.

"Siapa suruh kau pendek," katanya mencibir padaku sambil menyerahkan buku itu.

Aku menoleh dan mendongakkan kepalaku untuk menatapnya. "Gomawo" kataku tersenyum manis sambil mengambil buku dari tangannya kemudian menginjak kaki kirinya dengan sekuat tenaga dan penuh perasaan!

"Aaawwww!!" pekiknya. "Apa yang kau lakukan, chagi?" katanya sambil meringis.

"Entahlah..." jawabku cuek dan berlalu.

"Aaiiihh, yeoja macam apa kau?" katanya berteriak dibelakang. Apa dia sudah gila? Ini kan perpustakaan!

"Sudahlah Tuan Lee, jangan ganggu aku, aku sedang emosi." kataku saat dia masih mengikutiku keluar perpustakaan.

"Tumben." cibirnya "Lagi PMS?"

Aku melotot. "yaakk!!!"
aku berbalik dan mengentakkan kaki.

Didepanku, berdiri seorang namja keren yang ....
Ah, aku susah menjelaskannya dengan kata-kata.
Dia tersenyum, kemudian menjitak kepalaku pelan.

"yakk, Tuan Lee !! Apa yg kau lakukan?" aku mengusap kepalaku. "Kau benar-benar namja tidak berperasaan!" kataku sewot lalu meninggalkannya.

"Han Soon Hye! Han Soo Hye!" panggilnya berkali-kali.

Aku tidak perduli. Aku sedang kesal hari ini. Mungkin ada benarnya juga kalau sekarang aku sedag PMS, alias Pengen Marah Selalu. Hahaa, sepertinya aku pernah membaca singkatan ini disebuah novel. Oh, apa judulnya? Baiklah, aku janji akan mencarinya nanti.

♥♥♥

Aku membuka kulkas dan melihat kue tart. Tumben ada kue tart. Apa ada yg ulang tahun?
Kuperhatikan kalender di samping tembok kulkas.

Oh My Sungmiiiinn, hari ini hari ulang tahunku dan aku lupa?

Dan ya, mengapa Sungmin Oppa juga ikut-ikutan lupa???

Aiiissshh, benar-benar namja bodoh !!

Awas saja kau Sungmin ssi ...
Ucapku geram dan tanpa sadar membanting pintu kulkas. Ups! Aku lupa, aku kan mau ambil minum. Maka sekali lagi kuambil botol air mineral dari dalam kulkas da menuangkannya kedalam gelas.
Glek, gleek ..
Ah, segar sekali. Uh, seharusnya hidupku juga sesegar ini bukan? Sungguh malang!

"Soon Hye ah," panggil Eomma.

"Nde, Eomma ..." sahutku sambil kembali meletakkan botol ke dalam kulkas. “Waeyo?”

"Cepat keluar, ada Sungmin ssi." terdengar suara Eomma di ruang tamu.

Apa?
Lee sungmin?
Namja bodoh itu kemari?

Huffzzz !
Baiklah .. Aku tidak boleh mengecewakan tamu. Begitulah pesan Appa yg selalu kuingat. Jadi karena aku tuan rumah yang baik hati, maka segera kulangkahkan kakiku dengan setengah hati menuju ruang tamu.

"Chagiya," katanya penuh senyum.

Aiissh, bisa-bisanya tersenyum begitu. Aku memandangnya sinis sambil mengempaskan pantatku diatas sofa. "Wae?" jawabku masih sewot.

"Astaga, ada apa denganmu?" tanyanya bingung dengan dahi berkerut.

"Aku sedang emosi Tuan Lee, dan melihatmu membuatku tambah emosi!!" aku menyilangkan tangan didepan dada dan membuang wajah.

"Hahahaaa..." dia tertawa. "Benarkah seperti itu?"

"Tentu saja!"

"Bagaimana kalau kuberitahu sesuatu?"

hhm, aku menoleh. Tepatnya terpaksa menoleh.
Sesuatu?
Sepertinya aku tertarik. Tapi belum mau bicara lagi.

"Kau pasti penasaran kan?" godanya. Sialan! Dia tahu benar aku tidak suka penasaran.

"Ani," jawabku jelas-jelas berdusta.

"Ahh, sudahlah yeoja bodoh! Kajja, ikut denganku!" katanya lalu menarikku keluar menuju mobil.

"Aigo, kita mau kemana?" aku berusaha melepaskan tanganku yang berada dalam genggamannya. Tapi semakin aku menarik tanganku, maka genggaman itu terasa semakin erat. Maka dengan mudahnya dia menggeretku masuk ke dalam mobilnya.

"Sudah diam saja!" jawabnya sambil menyalakan mesin mobil.

"Tuan Lee !!" aku berteriak. "Hentikan mobilnya!"

"Tidak. Tidak sampai kau mau menciumku Ny. Lee"

"Ny. Lee?" aku berteriak lagi.

Dan dia kembali tertawa terbahak. Dan tawanya persis tawa evil. Yah, itulah jadinya jika terlalu lama bergaul dengan Kyuhyun -_-

♥♥♥

Aku membiarkannya melajukan mobil sesukanya. Entah kemana nanti, aku masih belum tau ..

"Kau menyebalkan Tuan Lee." kataku dengan tangan bersedekap.

Dia menoleh dan tersenyum. "Benarkah?"

"Ne, kau bahkan lupa hari ulang tahunku!"

"Eoh?" dia menjawab dengan kening berkerut. Apa artinya itu?
Apa artinya dia benar-benar lupa???

Tak ada lagi yang berusaha berbicara. Tidak aku, tidak juga Sungmin Oppa. Sampai beberapa menit kami sampai disuatu tempat yang ...

Whoaaaaa ...
This is a beautiful place, right ?

Tanpa sadar aku tersenyum.

"Kau suka?"

Spontan aku mengangguk.

Diapun tersenyum.

Ooohh, dasar bodoh !!
Bukannya aku sedang marah ya ??

"hm, kau suka malam, laut, kembang api, bunga mawar merah, gerimis," katanya mulai menyebut hal-hal yg aku sukai.

Aku menoleh, menatapnya ..

"Yang mana yang lebih dulu kau inginkan?"

Aku berpikir sebentar, menatap langit, kemudian menjawab "Kembang api,"

Hana,
dul,
set ...

Hitungnya ..

Kemudian di langit hitam yang gelap, tampak kilatan cahaya warna-warni.

Aku hanya menganga. Ini indah, aku suka ..

"Lalu, apa lagi?" tanyanya.

"Hmm, mawar merah?"

Dia tersenyum. Berjalan ke mobil dan kembali dengan sebuket mawar merah dengan pita warna soft pink.

"Ooaahh, aku suka, Oppa .. Gomawo" ucapku senang.

"Saengil chukkae," katanya.

Aku mendongak.

"Oppa ..."

"Saengil chukkae," ulangnya.

Tuhan ...
Boleh aku memeluk namja ini sebentar saja?

Tiba-tiba,
ada air sejuk yang jatuh disekitar kami.
Ini ...
Ini gerimis ??
Mustahil ..

Sungmin Oppa tersenyum, mendekat dan menggenggam tanganku.

Jantungku berdetak tidak karuan ..
Astaga,

Dia menarikku mendekat dan memelukku.

Aku memejamkan mata, berharap ini bukan mimpi.

"Aku takut,"

"eohh?"

"aku takut ini mimpi,"

Sungmin Oppa melonggarkan pelukannya dan menatapku lekat sampai jantungku terasa mau melompat keluar.

Belum sempat menetralkan debar jantungku, bibir Sungmin Oppa yang hangat itu kini menempel dibibirku.

CHU ~

rasanya lembut dan hangat.

Tuhan,
terima kasih memberiku hadiah terindah hari ini.
Aku suka,
sukkaaaaa sekali ...

THE END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar